(Pantauan Berita) Kala Hukuman Mati Menimpa TKI

Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia, Siti Zaenab Bt. Duhri Rupa meninggal setelah dieksekusi mati di Madinah, Selasa (14/4/2015) pukul 14.00 WIB. Konsulat Jenderal RI di Jeddah menerima informasi dari pengacara Khudran Al Zahrani mengenai telah dilaksanakannya hukuman mati (qishas) terhadap WNI bernama Siti Zaenab itu.

article-2261655-16E88E7F000005DC-816_634x380

Siti Zaenab dihukum mati di Madinah pada pukul 10.00 waktu setempat. Siti Zainab (Lahir di Bangkalan, 12 Maret 1968) dipidana atas kasus pembunuhan terhadap istri pengguna jasanya bernama Nourah Bt. Abdullah Duhem Al Maruba pada tahun 1999. Siti Zainab kemudian ditahan di Penjara Umum Madinah sejak 5 Oktober 1999.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), dari sejak awal pemerintah telah berjuang untuk mendampingi yang bersangkutan. Dan memohonkan pengampunan dari keluarga. Bahkan pemerintah juga telah melakukan langkah diplomatik semenjak era pemerintahan Presiden Alm. Abdurrahman Wahid (2000), Pak SBY (2011) dan Presiden Jokowi dengan mengirimkan surat resmi kepada Raja Saudi yang berisi permohonan agar Raja Arab Saudi memberikan pemaafan kepada WNI tersebut.

Kepala perwakilan RI di Riyadh maupun Jeddah juga telah mengirimkan surat resmi kepada Emir di Mekkah dan Madinah untuk mendorong pemberian maaf bagi Siti Zaenab. Selain itu lobi melalui tawaran pembayaran diyat setara dengan Rp 2 miliar kepada keluarga korban juga gagal membuahkan hasil. (@fly_saungelmu)

Sumber:

http://pontianak.tribunnews.com/2015/04/15/tkw-dihukum-mati-indonesia-protes-arab-saudi

http://news.okezone.com/read/2015/04/14/337/1134235/pemerintah-indonesia-klaim-sudah-maksimal-bantu-siti-zaenab

http://www.merdeka.com/dunia/lobi-sby-hingga-jokowi-mentok-tki-asal-madura-dipenggal-saudi.html

http://www.sumeks.co.id/index.php/update/22916-kemlu-klaim-sudah-upayakan-menyelamatkan-nyawa-wni-terpidana-mati

http://news.detik.com/read/2015/04/14/214116/2887423/10/protes-keras-ini-upaya-hukum-indonesia-sebelum-siti-zaenab-dieksekusi-mati

Iklan