(Analisis Media) Pemberitaan dan Perbincangan Tentang KPK vs Polri

bagilmuindonesia

Konflik antara KPK dengan Polri seakan tak kunjung usai. Berawal dari penetapan tersangka kepada calon Kapolri BG hingga berbuntut pada penangkapan Wakil Ketua BW dan akhirnya bermuara pada persidangan praperadilan terkait kasus BG.

Janji Presiden Jokowi yang diucapkan pada 4/2/15 sebelum lawatannya ke beberapa negara ASEAN pekan lalu untuk mengambil sikap atas konflik ini masih tak kunjung dilakukan pada pekan ini. Padahal konflik antara KPK dengan Polri ini telah berlangsung berlarut-larut dan telah membuat jenuh kehidupan masyarakat yang setiap harinya disuguhi pemberitaan mengenai hal tersebut.

kpk

Terkait dengan hal itu, pada hari ini (13/2/15) topik mengenai konflik KPK dengan Polri masih mendapat sorotan dari media massa. Jika melihat peta topik pemberitaan mengenai KPK di beberapa media online mainstream yang dikeluarkan oleh Awesometrics, terlihat bahwa hingga hari ini “sikap Presiden Jokowi terhadap BG” menjadi fokus utama pemberitaan.

Sementara itu tidak hanya di media massa, konflik KPK dengan Polri pun masih mendapat atensi…

Lihat pos aslinya 69 kata lagi

Iklan

(Pantauan Berita) Kisruh KPK VS Polri: Teror Kepada KPK

KPK diteror, senangnya Koruptor

bagilmuindonesia

Rabu (11/2/2015), Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengakui bahwa sebagian penyidik dan pegawai lembaga penegak hukum itu mendapat teror. Oleh karena itu, Bambang memohon perlindungan kepada Presiden Jokowi dari ancaman itu.

Sikap Presiden Jokowi

Menanggapi permohonan itu, Presiden Jokowi sudah mengumpulkan jajaran KPK dan Polri untuk mengetahui detail teror yang dimaksud. Menurut presiden, KPK sudah melapor soal teror yang dialamatkan pada mereka sejak dua hari lalu.

Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto juga menjelaskan bahwa setelah menerima laporan itu, Presiden Jokowi memberikan sejumlah arahan langsung kepada staf terkait. Presiden Jokowi menginstruksikan untuk menangkap pelaku peneroran tersebut.

topic map

Tanggapan DPR

Ketua DPR RI Setya Novanto memandang  reror terhadap penyidik KPK  harus dilihat dan dibuktikan secara menyeluruh. Untuk itu, pihak instansi terkait harus menyelidiki kebenaran kasus ini.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Tantowi Yahya mendesak agar Presiden Jokowi menepati ucapannya untuk menyelesaian konflik dua institusi hukum negara tersebut sesegera mungkin. Tantowi menduga bahwa teror…

Lihat pos aslinya 89 kata lagi

Bernaung Ilmu di dalam Saung

Lukisan Aksara

Di bilangan Jatipadang, Pasar Minggu, sebuah pemukiman pemulung terkonsentrasi di tengah-tengah perumahan yang temboknya dingin dan angkuh, perumahan yang jauh lebih layak dari rumah-rumah pemulung yang terdiri dari kayu rapuh dan kardus lusuh. Tak jauh dari pemukiman pemulung itu, kita dapat melihat gedung perkantoran yang menjulang kokoh. Inilah potret ibukota dengan kesenjangannya yang memekakkan hati bagi mereka yang peduli.

Setiap pagi, anak-anak pemulung itu turut membantu orang tua mereka untuk “kerja dinas”. Bermodal gerobak atau sekadar karung putih besar, mereka menyusuri ibu kota mencari barang-barang yang dianggap masyarakat tak penting dan tak berguna lagi. Namun, bagi mereka, barang-barang itulah yang membuat mereka bisa bertahan hidup. Ketika petang menjelang, barulah mereka pulang dan rebah di rumah.

Lantas bagaimana dengan sekolah mereka? Sebagian besar mereka tidak bersekolah atau putus sekolah. Di tengah kehidupan keluarga pemulung itu, tak ada yang menggantungkan pendidikan sebagai suatu pilihan bagi mereka. Waktu yang mereka punya sejak terbit…

Lihat pos aslinya 672 kata lagi

(Pantauan Berita) Kisruh KPK dengan Polri

bagilmuindonesia

Presiden Jokowi, hari ini Kamis (5/2) bertolak ke negara-negara ASEAN. Diawali dengan Malaysia, lalu Brunei Darussalam, dan terakhir di Filipina. Presiden Jokowi direncanakan tiba kembali di Jakarta, Senin (9/2) malam. Presiden Jokowi berjanji akan menyelesaikan krisis KPK dan Polri pekan depan sepulannya dari lawatan luar negeri.

150205(1)

Pakar hukum tata negara Margarito Kamis mengharapkan Presiden Jokowi tidak lagi menunda keputusan dan menunda pelantikan Budi Gunawan sebagai Kapolri. Margarito mengingatkan kewibawaan Presiden Jokowi diukur dari ketegasan. Pengamat politik Djayadi Hanan menilai dengan segala pertimbangan yang masuk, Presiden Jokowi seharusnya cepat membuat keputusan.

Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengatakan ada enam opsi agar polemik soal Kapolri terselesaikan. Opsi pertama adalah Budi Gunawan (BG) mundur. Opsi kedua adalah melantik definitif. Opsi ketiga melantik kemudian menonaktifkannya. Opsi keempat menunda pelantikan hingga BG memiliki status hukum tetap. Opsi kelima membatalkan pelantikan lalu mencalonkan nama baru. Opsi keenam status quo dengan kondisi ini sambil menunggu adanya kalkulasi yang…

Lihat pos aslinya 69 kata lagi

Perbincangan Mengenai Hari Lahirnya Pancasila Tidak Hanya di Indonesia, Tetapi Juga di Negara Lain di Dataran Asia dan Tanah Eropa

oleh: Ahmad Ra(fly) Anhar

 

“Ketuhanan Yang Maha Esa”, demikian bunyi sila pertama dari lima sila dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu Pancasila. Bunyi dan makna dari kelima sila dalam Pancasila sesungguhnya begitu besar pengaruhnya bagi bangsa. Oleh karenanya, usaha menjaga ataupun mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila menjadi tugas bersama bagi tiap warga negara.

Gambar

Betapa pentingnya kedudukan Pancasila bagi bangsa dan negara, maka setiap tanggal 1 Juni selalu diperingati sebagai Hari Lahirnya Pancasila. Rasa nasionalisme dan kebangsaan tiap warga negara pun terlihat ketika memperingati hari tersebut di seantero nusantara. Tidak hanya dapat dilihat dari beragam kegiatan maupun upacara, tetapi juga terlihat dari bentuk nyata lainnya. Ucapan rasa kebanggaan terhadap Pancasila yang ditunjukkan oleh masyarakat atau warga negara juga terpantau melalui perbincangan di sosial media.

Gambar

Lembaga pemantau media, Awesometrics menangkap fenomena perbincangan mengenai ucapan masyarakat terkait Hari Lahirnya Pancasila. Berdasarkan beberapa kata kunci (keyword) #harilahirnyapancasila, #harikelahiranpancasila, #harilahirpancasila didapat sekumpulan data. Jumlah penyebutan mengenai ketiga kata kunci tersebut pertanggal 1 Juni 2014 sebesar 734 mention banyaknya. Dengan puncak tren perbincangan terbesar terjadi sekitar pukul 01.00 WIB yang diinisiasi oleh akun @INDONESIAinLOVE yang bercerita mengenai sejarah lahirnya Pancasila.

Gambar

Berdasarkan hasil pantauan lainnya, Awesometrics juga menemukan fenomena yang menarik mengenai rasa kebangsaan warga negara. Ternyata ditemukan data bahwa sebaran perbincangan mengenai peringatan Hari Lahirnya Pancasila tidak hanya dibicarakan di Indonesia saja. Melainkan pula di negara lain, di dataran Asia dan tanah Eropa.

Gambar

Perbincangan terkait peringatan Hari Lahirnya Pancasila yang juga ditemukan di luar Indonesia menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila berpengaruh besar terhadap rasa nasionalisme kebangsaan bagi tiap warga negara. Mungkin lantunan lagu Tanah Air, “biar pun saya pergi jauh, tidak kan hilang dari kalbu” yang dapat menggambarkan ungkapan rasa cinta tanah air bagi warga negara yang tengah berada jauh di sana.

 

*Untuk mengetahui informasi-informasi lainnya dapat ikuti akun Twitter @Awesometrics 

Respon Masyarakat Terkait Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Ranah Sosial Media

oleh: Ahmad Ra(fly) Anhar

Gambar peringatan “Dilarang Merokok” atau “No Smoking” sering kita jumpai di mana-mana. Dan biasanya terpampang di sudut ruang publik di depan pandangan kedua bola mata. Namun gambar peringatan tersebut tampaknya hanyalah sebatas pemanis ruangan dan penyedap pandangan saja.

Gambar

Terkait hal tersebut, pada hari kemarin tanggal 31 Mei 2014, ternyata diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Tujuan diperingatinya hari tersebut adalah untuk menyadarkan betapa buruknya dampak kebiasaan merokok bagi kesehatan para penikmatnya.

Hari Tanpa Tembakau diperingati hampir tiap tahunnya dan ramai dikampanyekan di berbagai belahan dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Bahkan peringatan mengenai hal itu pun ramai diperbincangkan di sosial media. Adalah Awesometrics, lembaga pemantau media, yang berhasil menangkap fenomena perbincangan di sosial media dalam sekumpulan data.

Gambar

Melalui pencarian dengan ragam kata kunci (keyword), seperti #HariTanpaTembakau, #haritanpatembakausedunia, #hariantitembakausedunia, #hariantitembakau, Awesometrics berhasil mendapatkan sejumlah data. Jumlah perbincangan per-tanggal 31 Mei 2014, perihal kata kunci tersebut di ranah sosial media (twitter & Facebook) sebesar 691 mention banyaknya. Sementara itu sebaran jumlah perbincangan di berbagai daerah di Indonesia didominasi oleh beberapa kota besar di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Malang, dan Yogyakarta.

Gambar

Perbincangan masyarakat seputar Hari Tanpa Tembakau lebih banyak mengenai peringatan akan bahayanya kebiasaan merokok bagi kesehatan si perokok itu sendiri maupun orang disekitarnya. Salah satu kicauan (twit) yang banyak di-retweeted yaitu berasal dari akun Twitter @dr_irzan yang mempertanyakan relevansi peraturan mengenai peringatan bahaya merokok dengan tingkat kesadaran para penikmatnya. Sedangkan akun @infosihat2u memaparkan info mengenai profil perokok sekaligus menyindir perilaku mereka.

Gambar

Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa dukungan masyarakat begitu besar terkait peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Terutama mengenai bahaya kebiasaan merokok bagi kesehatan serta relevansi terhadap regulasi yang mengaturnya.

*untuk informasi lainnya dapat dilihat di Akun Twitter @Awesometrics

 

Ujian Nasional Menjadi Perhatian Semua

 oleh: Ahmad Rafli Anhar

(Co-Founder saungelmu)

Ujian Nasional, selalu menjadi momok yang menakutkan bagi para siswa. Bagaimana tidak, bayangan mereka tentang masa depan ditentukan hanya dalam beberapa hari saja. Ujian Nasional yang menjadi salah satu tolak ukur kelulusan siswa tentu menjadikan hal tersebut sangat berharga.

Keberhargaan dalam memandang Ujian Nasional tersebut yang akhirnya membangun paradigma paranoid dalam benak para siswa. Sehinga beragam cara diupayakan untuk berhasil menghadapi Ujian Nasional, baik itu dalam ataupun diluar koridor sebuah norma.

Seperti halnya banyak dari para siswa yang sebelum ujian terlaksana melakukan doa bersama. Kegiatan itu memang sungguh mulia dan jelas berada dalam koridor sebuah norma. Namun ada yang sebaliknya, mereka melakukan kecurangan misalnya dengan membeli kunci jawaban dari pihak-pihak yang juga tak bertanggung-jawab memanfaatkan keadaan yang ada.

Gambar

(Ujian Akhir Semester di saungelmu. Walau terbatas, semangat tetap diatas)

Tetapi terlepas dari beragam upaya siswa tersebut adalah mengapa sepertinya kondisi ini terus dibiarkan dan seakan telah membudaya? Dari tahun ke tahun yang diwariskan adalah bagaimana cara agar lulus dari baying-bayang hantu Ujian Nasional dengan aman tanpa terkendala.

Bercermin dari kondisi saat ini yang ada

JIka melihat keadaan saat ini yang ada, tapaknya paradigma seperti halnya diatas masih bersemayam dalam benak para siswa. Hal tersebut makin mudah terlihat melalui media massa dan sosial yang kian merajalela. Bagaimana saat ini kegalauan para siswa semakin mengemuka dan terpampang di beragam media yang ada. Baik itu melalui layar kaca, atau bahkan kicauan di sosial media.

Hal ini menunjukkan bahwa sesungguhnya di tataran generasi muda, tampak sebuah fenomena. Para siswa terlihat mengalami kegamangan serta kelelahan baik itu secara fisik maupun mental setiap akan menghadapi Ujian Nasional yang hal itu berulang tiap tahunnya. Mereka seakan merasa dijadikan sebuah objek dari unit analisa berupa angka-angka yang tertera sebagai syarat kelulusan siswa. Tanpa menempatkan mereka sebagai subjek dari pemenuhan syarat kelulusan tersebut, tentunya dengan sebuah mekanisme yang disepakati bersama.

Merumuskan solusi bagi semua

Dengan memahami keadaan yang ada, maka perlu dipertimbangkan sebuah langkah nyata yang dapat diterima. Problematika yang selama ini berulang adalah seperti halnya diatas, siswa selalu merasa diposisikan sebagai objek sehingga merasa diri tertekan dan tidak dianggap seutuhnya. Padahal perjuangan selama ini bergumul dengan buku dalam rentang waktu kurang lebih tiga tahun lamanya, hanya ditentukan oleh beberapa hari saja dengan standarisasi yang kurang objektif bagi mereka.

Gambar

(Proses pembelajaran di saungelmu mengutamakan kedekatan personal bagai sebuah keluarga)

Dikarenakan hal tersebut dipandang tidak fair  yang kurang menilai dari segi proses pembelajaran selama tiga tahun yang ditempuh oleh mereka. Padahal aspek utama dari kerangka pendidikan adalah proses pembelajaran dan transformasi ilmu dari pendidik ke yang dididik melalui beragam metode dan cara. Sehingga mereka dapat menyerap ilmu yang mencerahkan dan bermanfaat bagi masa depan mereka.

Namun memang perlu dibutuhkan sebuah alat ukur atau evaluasi dari proses pembelajaran yang ada. Sehingga keberadaan Ujian Nasional menjadi hal yang penting dan tidak pula dapat dikesampingkan begitu saja. Untuk itu agar mudah keberadaannya diterima oleh semua, bagaimana jika Ujian Nasional diragamkan dalam beberapa tingkatan untuk mengukur beragam kemampuan para siswa, tentu dengan beragam aspek penilaian dan kriteria.(Fly)