Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan oleh Kakak-kakak Mahasiswi Akademi Kebidanan Kartini Jakarta

oleh; Hanni Safitri (peserta didik di saungelmu)

diedit oleh; Fly

 

Gambar

Pada hari Minggu, 15 April 2012, sekolah kami kedatangan tamu kakak-kakak mahasiswi dari Akademi Kebidanan Kartini Jakarta. Mereka datang dengan tujuan memberikan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kesehatan kepada kami.

Dalam acara penyuluhan tersebut, kakak-kakak mahasiswi memberikan sosialisasi dan mengajak kami untuk menjaga kesehatan. Mereka menjelaskan tentang arti sehat kepada kami. Ternyata arti sehat itu ditinjau dari beberapa segi, yaitu; sehat secara fisik, mental dan sosial.

Sehat secara fisik yaitu terjaganya kondisi tubuh (fisik) kita dari beragam penyakit. Cara untuk menjaga kesehatan fisik adalah dengan menjaga pola hidup yang teratur, seperti dengan makan dan beristirahat secara teratur, serta tak lupa pula untuk berolahraga secara berkesinambungan.

Sehat secara mental adalah terjaganya jiwa kita dari penyakit kejiwaan (pikiran). Untuk menjaga kesehatan mental, kita dianjurkan untuk selalu berpikir positif, dan hindari berpikir negatif. Sehingga dapat mencegah timbulnya penyakit (mental) kejiwaan.

Yang terakhir sehat secara social, yaitu sehat dalam berinteraksi sosial atau bermasyarakat. Orang yang sehat secara sosial tidak menutup diri dan mau untuk berbagi kepada orang lain. Sehingga ada interaksi dengan orang-orang di sekitarnya.

Gambar

Tidak hanya berupa penyuluhan teori semata, kami juga diajarkan cara (praktek) mencuci tangan yang baik agar terhindar dari benih-benih penyakit. Langkah-langkah mencuci tangan dimulai dengan mengusapkan kedua telapak tangan hingga berbusa, lalu membersihkan sela-sela dan kuku-kuku jemari tangan. Setelah itu bilas dengan air hingga bersih.

Setelah simulasi (praktek) mencuci tangan selesai, kami pun diberikan pertanyaan seputar teori dan praktek yang telah diberikan. Bagi salah seorang dari kami yang dapat menjawab pertanyaan, maka diberikan bingkisan.

Gambar

Setelah rangkaian acara penyuluhan selesai, kakak-kakak mahasiswi memberikan pemeriksaan kesehatan kepada kami dan warga lapak keseluruhan. Para warga lapak pun begitu antusias untuk memeriksakan dirinya masing-masing. Satu-persatu diperiksa dan diberikan obat sesuai dengan hasil dari pemeriksaan kesehatan.         

Waktu pun bergulir dengan cepatnya. Tak terasa sore hari pun menjelang. Acara demi acara telah dilalui bersama. Maka tibalah waktunya kakak-kakak mahasiswi pamit pulang. Kami sungguh sangat berterima kasih dengan kehadiran mereka kakak-kakak mahasiswi dari Akademi Kebidanan Kartini Jakarta yang berkenan membagi ilmunya kepada kami.  

Dayat, kau sahabatku

Gambar 

Dayat, kau mengajarkanku…

Tiap kali ku lihat binar kedua bola matamu,

kau selalu mengingatkanku.

Kau ingatkan aku pada sebuah asa di langit biru.

Sebuah asa yang berangkat dari sampah yang bau.

 

            Dayat, kau selalu menegurku…

            Kau ingatkan aku untuk berprilaku lugu.

            Seperti halnya engkau yang selalu mengenakan baju itu.

            Kau kerap ingatkanku pada jalanmu.

            Jalan setapak yang selalu kau lalui demi menuntut ilmu.

 

Dayat, kau terus memaafkanku…

Ketika lisan ini berujar terburu-buru,

yang sering merendahkan kedudukanmu.

Namun hal itu sering kau tanggapi dengan senyum indahmu.

 

            Dayat, harusnya aku malu…

            Aku bukanlah siapa-siapa dibandingkanmu.

            Kau tak pernah malu, walaupun hinaan mencercamu.

            Bahkan semua itu kau terima dengan kerendahan hatimu.

 

Dayat, kau sahabatku…

Kau yang mengajari, membimbing, dan memaafkanku.

Betapa rendah penilaian terhadap kedudukanmu,

namun rendahnya hati memuliakan derajatmu di hadapan Tuhanku…   

(Fly, 22 April 2012)

Aku

oleh: Muhamad Abdul Hasan

(peserta didik di “saungelmu” Jakarta)

 

Gambar

 

 

Aku memang terlahir dari keluarga yang miskin

Namun bukan berarti diriku ini untuk dihina

Memang aku hanyalah seorang pemungut sampah

Namun bukan berarti aku ini tidak punya cita-cita

 

                                  Ketika aku terluka, masih dapat ku bawa untuk berjalan

                                  Hingga hilang rasa perih dan pedih

                                  Saat hujan datang menyapaku di sepanjang jalan

                                  Aku tetap melangkah dan menerjang

                                  hingga dimana aku tak kuasa lagi berjalan

 

Aku tak perlu sedih menjalani hidup ini

Walau banyak orang yang menasehati

Bahwa sampah itu dapat menyakiti

Namun bagiku tidaklah demikian

Karena sampah itu segalanya bagiku

Seorang Anak di Persimpangan Jalan

Gambar

 

oleh: Hanni Safitri

(peserta didik di “saungelmu” Jakarta)

 

Ketika di sebuah persimpangan jalan

padat, pekat oleh debu dan asap kendaraan.

Seorang anak jalanan berpacu cepat dengan waktu.

Mencari sedikit rupiah,

demi perut, demi sekolah, dan demi hidupnya.

Walau itu terasa sulit olehnya dan penuh tantangan.

 

         Dia tidak pernah merasakan nikmatnya makan di restoran.

         Dia tidak pernah tahu bagaimana canggihnya rupa mainan.

         Dia pula tiada pernah merasakan sejuknya

         berada dalam mobil berpendingin ruangan.

         Yang dia tahu dan rasakan bahwa,

         Hidup ini adalah sebuah perjuangan.

Terima Kasihku untuk Guruku

oleh: Muhamad Abdul Hasan

(peserta didik di “saungelmu” Jakarta)

 

 Gambar

 

Terima kasih ku ucapkan kepada guruku yang tulus

Ilmu yang berguna selalu engkau limpahkan kepadaku

Ilmu yang engkau berikan akan ku ingat selalu

Karena Ilmu yang engkau berikan kepadaku untuk bekal ku nanti

 

          Terima kasih guruku, engkau telah mengajarkanku

          Walau dengan rasa lelah dan letih

          Walau terkadang setiap langkahmu diiringi teriknya sinar matahari

          Walau derasnya air hujan ikut pula menyapamu di sepanjang jalan

          Namun engkau tetap mengajarkanku dengan kesabaran dan ketulusan hati

          Engkau juga mengajarkanku ilmu hingga ku bisa

 

Terima kasih guruku

Kan ku ingat selalu nasehatmu

Akan ku ingat selalu kesabaranmu dalam mendidikku

Di kala ku berbuat salah kepadamu, namun engkau tetap sabar kepadaku

Terima kasih guruku atas bimbinganmu kepadaku

Terima Kasihku untuk Guruku

oleh: Muhamad Abdul Hasan

(peserta didik di “saungelmu” Jakarta)

 

Gambar 

                  Terima kasih ku ucapkan kepada guruku yang tulus

                  Ilmu yang berguna selalu engkau limpahkan kepadaku

                  Ilmu yang engkau berikan akan ku ingat selalu

                  Karena Ilmu yang engkau berikan kepadaku untuk bekal ku nanti

 

                              Terima kasih guruku, engkau telah mengajarkanku

                              Walau dengan rasa lelah dan letih

                              Walau terkadang setiap langkahmu diiringi teriknya sinar matahari

                              Walau derasnya air hujan ikut pula menyapamu di sepanjang jalan

                              Namun engkau tetap mengajarkanku dengan kesabaran dan ketulusan hati

                              Engkau juga mengajarkanku ilmu hingga ku bisa

 

                Terima kasih guruku

                Kan ku ingat selalu nasehatmu

                Akan ku ingat selalu kesabaranmu dalam mendidikku

                Di kala ku berbuat salah kepadamu, namun engkau tetap sabar kepadaku

                Terima kasih guruku atas bimbinganmu kepadaku