Siang yang terang

Siang itu matahari bersinar terang. Tanpa gumpalan awan yang menghadang. Sinarnya langsung turun tanpa penghalang. Hanya bayang hitam di permukaan yang terbentang.

Siang itu sekelompok orang bergotongan. Merapikan “rumah pembuangan” dengan keriangan. Tanpa imbalan uang, hanya bermodal kepedulian. Demi menyambang tamu yang akan bertandang.

Siang itu begitu terkesan. Dikarenakan itu awal dari sebuah pengembangan. Demi tegaknya saung keilmuan yang diimpikan. Agar manfaat keilmuan meninggikan derajat kehidupan.

Siang yang terang tenggelam oleh masa yang datang. Awan yang hilang kembali pulang. Meneduhkan halaman, dengan angin yang bertiup kencang. Air kehidupan akhirnya turun oleh berkah Tuhan.

Siang yang terang berganti malam yang tenang. Berkah air kehidupan menggenangi daratan. Walau haru dengan keadaan, namun hati dalam kedamaian. Semoga itu adalah pesan-Nya untuk terus berjuang. Mengembangkan saung keilmuan agar bermanfaat bagi kemanusiaan.

Fly di saungelmu, Minggu 26 Februari 2012

Iklan

Tanggal ini

Kembali…
Aku teringat pada sebuah memori.
Di hari ini, pada tanggal yang bersejarah ini.
Aku pernah mengucap janji.
Janji yang selalu ku simpan dalam hati.
Untuk dapat ku tepati, sebagai pembuktian diri.
Nanti…
Walau selalu ku coba pahami.
Namun tak cukup dapat diyakini.
Mungkin tidak pada saat ini.
Dimana keraguan kerap hinggap mengusik diri.
Lantaran jarak terbantang jauh di permukaan Bumi.
Kekasih hati…
Ku harap jadikan ini pembelajaran diri.
Walau ujian menghujami, dan cobaan datang silih berganti.
Ku yakin kita dapat melewati.
Sebagai bukti kekuatan cinta sejati.
Yang kelak akan dinikmati berdua nanti.
Bahkan hingga akhir hayat ini..
Fly, 19 Februari 2012.