Kesejahteraan hal yang utama

May Day, biasa dikenal juga dengan hari buruh atau pekerja, merupakan momen peringatan bagi semua kelas pekerja. Peringatan tersebut diselenggarakan di hampir seluruh negara di dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Untuk lingkup Indonesia sendiri, May Day kerap diperingati oleh berbagai demonstrasi atau unjuk rasa. Sehingga kerap pula menjadi focus perhatian pemerintah maupun para kapitalis yang berkuasa.

Hari ini, tanggal 1 Mei, akan banyak terjadi unjuk rasa. Karena para pekerja, selaku pengunjuk rasa, menjadikan momen ini sebagai bentuk aksi nyata. Untuk menyuarakan berbagai problematika yang mendera. Seperti mengenai kesejahteraan yang merupakan hak asasi manusia.

Permasalahan kesejahteraan selalu menjadi isu yang berkesinambungan, yang di usung para pekerja dalam peringatan May Day tiap tahunnya. Mengapa hal tersebut berulang setiap tahunnya? Ini menjadi sebuah tanda tanya. Dan seyogyanya ini menjadi bahan renungan bagi semua. Karena mengisyaratkan adanya “komunikasi” yang renggang atau bahkan terputus di antara tiga elemen utama. Yaitu kelas pekerja, para pengusaha, maupun pemerintah yang berkuasa.

Tak bisa dipungkiri kelas pekerja merupakan elemen dasar dalam perputaran roda usaha. Karena bagaimana pun peran mereka sebagai operator atau penghasil produk-produk para pengusaha. Tanpa adanya kelas pekerja, maka takkan adanya produk yang akan di konsumsi bersama. Walaupun bagi seorang pengusaha jiwa entrepreneur serta capital tersedia.

Mengingat pentingnya keberadaan kelas pekerja dalam suatu usaha. Untuk itu harus ditunjang oleh kesejahteraan yang proporsional bagi mereka. Karena bagaimanapun juga kesesejahteraan akan menunjang kinerja. Hal tersebut yang sering dikeluhkan oleh kelas pekerja. Terkadang kesejahteraan tak sebanding dengan tenaga maupun pikiran yang dicurahkan dalam kerja. Namun mereka di tuntut untuk selalu menyesuaikan kinerja dengan standard opperationing procedure yang ditetapkan oleh pengusaha.

Ini yang menjadi sebuah dilemma bagi kelas pekerja. Di satu sisi mereka di tuntut sesuai standar prosedur dalam bekerja. Dan jika tidak sesuai, akan ditegur atau bahkan sampai di putus hubungan pekerjaannya. Namun di sisi yang lain, mereka mengeluhkan dengan minimnya upah yang di terima. Karena di nilai tidak proporsional ataupun seimbang dengan jumlah kebutuhan yang harus di penuhinya. Sehingga dalam permasalahan seperti ini, mereka selalu berada dalam pihak yang termarginalkan dalam kehidupan nyata.

Problematika kesejahteraan ini yang selalu disuarakan oleh kelas pekerja dalam peringatan May Day tiap tahunnya. Karena hingga saat ini belum ada penyelesaiannya. Bahkan berbagai dialog antara kelas pekerja dengan para pengusaha maupun pemerintah tak jua didapatkan titik temu sebagai solusinya. Maka tak mengherankan jika isu tersebut berulang hampir tiap tahunnya. Begitu pula yang akan terjadi siang nanti di berbagai kota di Indonesia.

Salam Buruh Sedunia!!!

Salam Sejahtera Bagi Semua!!!!

(sampahfly010511)

Iklan